Milly & Mamet: Cinta, Karier, dan Kehidupan Setelah Rangga–Cinta

Milly & Mamet – Film Milly & Mamet merupakan spin-off dari kisah legendaris Ada Apa Dengan Cinta? karya Mira Lesmana dan Riri Riza. Jika dalam film aslinya kedua karakter ini hanya menjadi pelengkap kisah Cinta dan Rangga, maka di film ini, Milly dan Mamet mendapat panggung utama untuk menceritakan kehidupan mereka setelah menikah.

Disutradarai oleh Ernest Prakasa, film yang rilis pada tahun 2018 ini memadukan unsur komedi, drama, dan romansa keluarga. Kisahnya berfokus pada perjuangan Mamet yang ingin mengejar impiannya menjadi koki profesional, sementara Milly beradaptasi dengan peran baru sebagai ibu rumah tangga.

Konflik mulai muncul ketika Alex (Dennis Adhiswara), teman lama Mamet, datang menawarkan kesempatan membuka restoran impian. Namun, impian itu berbenturan dengan realitas kehidupan rumah tangga dan tanggung jawab Mamet sebagai ayah.

Pemeran dan Karakter

  • Sissy Priscillia berperan sebagai Milly, sosok ceria namun realistis yang berusaha menyeimbangkan kehidupan keluarga.
  • Dennis Adhiswara kembali sebagai Mamet, pria sederhana yang memiliki passion besar di dunia kuliner.
  • Julie Estelle berperan sebagai Alexandra, rekan bisnis yang memicu konflik emosional dalam hubungan Mamet dan Milly.
  • Selain itu, film ini juga menampilkan Ernest Prakasa, Surya Saputra, Yoshi Sudarso, dan Diah Permatasari, yang menambah warna dalam dinamika cerita.

Chemistry antara Sissy dan Dennis terasa alami, karena keduanya memang pernah beradu akting dalam Ada Apa Dengan Cinta? dan telah dikenal publik sebagai pasangan karakter yang jenaka dan manis.

Tema dan Pesan Cerita

Film ini tidak hanya membahas cinta, tetapi juga realitas hidup setelah pernikahan. Melalui dialog cerdas dan komedi khas Ernest, Milly & Mamet menggambarkan dilema modern antara mengejar impian pribadi dan tanggung jawab terhadap keluarga.

Pesan moral yang muncul cukup kuat: setiap pasangan memiliki cara masing-masing untuk tumbuh bersama, dan kompromi menjadi kunci utama dalam hubungan jangka panjang.

Selain itu, film ini juga menyentuh isu karier, identitas diri, dan kesetaraan peran dalam rumah tangga. Milly digambarkan sebagai istri yang kuat dan berani mendukung suami, sementara Mamet belajar memahami arti pengorbanan dan prioritas.

Gaya Penyutradaraan dan Visual

Sebagai sutradara, Ernest Prakasa menghadirkan gaya penyutradaraan yang ringan namun penuh makna. Ia berhasil menyeimbangkan humor dan drama tanpa membuat cerita terasa berlebihan.
Visual filmnya pun hangat, dengan sinematografi berwarna pastel dan pengambilan gambar yang menggambarkan suasana urban modern. Musik pengiringnya lembut, menambah kesan romantis sekaligus realistis.

Penerimaan dan Pengaruh

Saat dirilis, Milly & Mamet mendapat sambutan positif dari penonton Indonesia. Banyak yang memuji cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dialog yang terasa jujur.
Film ini juga berhasil meraih jutaan penonton dan memperkuat posisi Ernest Prakasa sebagai sutradara komedi-drama yang handal.

Lebih dari sekadar spin-off, Milly & Mamet adalah cerminan kisah cinta yang tumbuh dewasa — manis, lucu, dan sangat manusiawi.